08
Feb
11

Disiplin & Sopan Santun Berlalulintas Memprihatinkan !

*masyarakat Indonesia itu kaya-kaya, tapi banyak juga yang kurang pintar (ga bole bilang bodo)*

.

Sejak era reformasi digelar tahun 1999 dan memasuki era pra-demokrasi 2004 (atau lebih dari 10 tahun lalu), sepertinya disiplin berlalu-lintas semakin parah!

Akibatnya, konon disinyalir sopan santun dan disiplin yang rendah adalah sumber utama kemacetan dan kecelakaan di Indonesia. Kini hampir di seluruh antero Jakarta dan sub-urban sekitarnya pada hari Senin-Jumat mulai pukul 06.00 (ya, pukul 06.00 dimana Matahari aja baru terbit), pasti sudah macet – atau bahasa Twitter TMC Polda Metro adalah; “terpantau padat”.

Kemacetan memang dominan disebabkan karena ruas jalan yang tidak berkembang, sementara perbandingan pertumbuhan pemakai jalan meningkat tidak sebanding. Lihat saja sekarang, pada tahun 2011 menurut data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, penjualan kendaraan bermotor jenis mobil terus melonjak mencapai 764 ribu unit. Sedangkan, penjualan sepeda motor membludak, hingga mencapai 7,3 juta unit. Ini adalah penjualan terbesar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Banyaknya kendaraan pasti didorong oleh kemampuan masyarakat Indonesia membeli kendaraan dan pemenuhan kebetuhan akan mobilitas. Ya gak?

Sintingnya adalah, produsen berani melayani pembelian dengan skema kredit yang luar biasa murah. Contoh aja misalnya saya, pada tahun 2008 yang notabene sedang rehat dari status sebagai karyawan, bisa beli Motor (dengan kredit tentunya) seharga Rp.20Jtan tanpa DP sekalipun! Lebih sinting lagi, proses pembelian dan delivery selesai dalam 2 hari dan jatuh di akhir pekan! Bahkan, untuk mendapatkan 1 unit kendaraan saja, anda bisa merogoh uang tunai dibawah Rp.10jt, dan voalaaa..mobil pun tiba dirumah dalam hitungan hari!

Hal ini dirasa tidak masuk akal mengingat rata-rata pendapatan perkapita masyarakat yang rendah tapi hampir semua keluarga pasti memiliki kendaraan bermotor baik roda dua atau roda empat, enam, dst.

.

Dampak dari hal itu pasti juga meningkatnya kebutuhan akan BBM, atau kalau bahasa hukum ekonomi praktis yang saya pelajari jaman saya duduk di bangku sekolah adalah; Banyak Permintaan = Harga Naik! Data sementara BPH Migas menunjukkan, konsumsi BBM per Januari 2011 totalnya sebesar 3,26 juta kilo liter. Angka itu terdiri dari jenis Premium 1,987 juta kilo liter (KL), solar 1,162 juta kilo liter, dan kerosin 1,162 juta kilo liter. Jika dibandingkan dengan Januari tahun lalu, maka konsumsi premium naik 9,39 persen, solar naik 9,13 persen dan kerosin turun 31,9 persen dengan total 3,073 juta KL. Luarrrr biasa!

.

.

Tapi lagi-lagi, jalanan akan lebih indah dan menyenangkan apabila semua orang yang punya hak di jalan raya bisa lebih santun dan disiplin. Aparat penegak hukumnya juga kudu tegas. Sekarang image nya adalah = bisa disuap, bisa koneksian, bisa diremehkan / dicuekin aja, atau lebih parahnya bisa digebukin rame-rame.

Saya rasa prinsip-prinsip dasar yang sudah dilupakan sama para pengemudi adalah sebagai berikut;

  1. Lampu Kuning = Memperlambat laju kendaraan, bukan malah tambah speed, dan Lampu Merah = Berhenti
  2. Berhenti di belakang garis zebra cross. Beri hak buat kendaraan lain + pejalan kaki. Sekali-kali makanya kalo udah mampu nyetir motor / mobil, main lah ke Singapore atau Australia, disana pejalan kaki jadi raja kalau menyeberang jalan!
  3. Kalo di persimpangan lampu merah dan giliran kita lampu hijau tapi kondisi jalan macet, mbok ya berhenti aja sejajar dengan lajur nya, supaya kalau dari arah lain sudah saatnya hijau, gak terjadi grid lock
  4. Dimana-mana, kalau kita mau mengambil / masuk ke jalur kendaraan lain maupun arah berlawanan, ya kita dong yang mengalah. Siapa yang mau mengambil jalur kendaraan lain, ya dia yang mengalah.
  5. Gak usah lah melanggar rambu-rambu, itu semua di desain untuk melancarkan arah secara umum.
  6. Gak usah lah ngelawan arah / atau ngambil jalur berlawanan. Ini biasanya pengandara motor yang goblok yang begini neh. Selain melanggar hukum, juga membahayakan diri sendiri + membahayakan orang lain + bikin tamba macet semua!
  7. Nyalakan tanda / signal kalau mau belok, berhenti, dll – tapi dari jauh-jauh hari laah, jangan dadakan.
  8. Ga usah lah mengambil lajur darurat. Itu bahaya sebenarnya lho. Kalo mau buru-buru ya berangkat lebih awal, atau sewa aja PJR atau Patwal buat buka jalur..lumayan, bikin berisik jalanan dengan suara nguing nguing nya + jadi berasa orang agak penting.
  9. Google di internet mengenai soal-soal test mengemudi saat dulu ambil SIM. Pasti gak pernah tau kan soal atau jawaban yang benar, kan pasti anda tidak melalui prosedur yang benar🙂
  10. Last but not least, gunakan kendaraan umum atau taxi. Selain irit dan mengurangi volume kendaraan, mereka juga perlu pekerjaan dan penghidupan lho!

.

-Dee-


0 Responses to “Disiplin & Sopan Santun Berlalulintas Memprihatinkan !”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: