23
Jan
11

Dalam Hal Gaji, Saya Sudah Bisa Disamakan Dengan Presiden !

*bukan nominalnya yang jelas*

.

Akhir-akhir ini kepopuleran presiden saya kembali mencuat. Setiap pemberitaan di TV pasti ada aja yang menyinggung tentang presiden yang baru saja curhat mengenai gajinya. Seperti kita ketahui bersama, kalo presiden di negeri ini yang kabarnya tidak pernah mengalami kenaikan gaji selama 7 tahun.

Ya! Keterlaluan memang kalo seseorang yang bekerja gak pernah mengalami kenaikkan gaji, apalagi sampai 7 tahun lamanya! Kasihan sekali kalau sesorang selama 7 tahun hanya menerima gaji tetap sebesar Rp. 62.497.800 per bulan, tanpa kenaikan sepeser pun (atau kalau kata orang kerja = adjustment).

Konon sang presiden kabarnya sampai mengkemukakan keinginan naik gaji sebanyak 3x sejak bergabung pertama kali tahun 2004, namun sampai sekarang dipercaya tidak ada adjustment sama sekali.

Sejak kejadian itu, banyak media langsung memberitakan issue tersebut – yang bahkan sampai menyurutkan perhatian media dari kasus paling hangat tahun ini mengenai Gayus. Media langsung ekspos dari nominal gaji presiden vs rakyat miskin di negeri ini. Wartawan + kameramen media langsung berburu ke rumah-rumah gubug dan tanpa tedeng aling-aling masuk ke dalam rumah sang rakyat miskin. Tidak hanya masuk ke dalam, tapi juga duduk di ruang tidur atau bahkan menyorot menu santapan sehari-hari dari seluruh anggota keluarga tersebut.

Kalau merasa kurang, presiden kan bisa minta kenaikan gaji ke bos nya? Dan selama 7 tahun gak pernah naik bisa di kompensasi kekurangannya secara langsung.

Misal sejak tahun ke-2 harus kenaik 15% saja =  Rp. 62.497.800 x 15% = Rp. 9.374.670  –> silahkan ditambahkan berkala dengan gaji baru per bulannya, lalu tambahkan lagi 15% tahun ke-3, dst.. = Rp. x. Nah, jadi, sudah wajar kalau kekurangan gaji presiden selama ini dibayarkan seluruhnya di bulan Februari 2011. *ada yang tau kira-kira jumlahnya berapa kalau menggunakan rumus tadi?*

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

Well, bukan hal yang wajar apabila seorang yang bekerja 7 tahun berturut-turut tidak mengalami kenaikan / adjustment gaji (kecuali memang termasuk dalam kontrak kerja), hanya saja mungkin kalau seorang presiden berkesan curhat dan masih memikirkan keuntungan gaji melulu, buat apa dia dulu melamar kerja menjadi presiden? Memang waktu interview gak pakai tanya jawab dan detail ya.

Jadi ingat diri sendiri. Ternyata kalau dipikir-pikir, sebenarnya dalam hal gaji saya juga memiliki persamaan dengan gaji sang presiden. Karena secara teori, saya juga belum mengalami kenaikan gaji selama 2 tahun berturut-turut !

Namun, (dasar orang jawa, walau gimana juga pasti masih merasa lebih “untung”), saya masih beruntung apabila dibandingkan dengan gaji presiden yang 7 tahun gak pernah naik katanya, Hahaha!

Mungkin besok saat ada kesempatan media gathering saya juga harus curhat seperti presiden supaya dapat pemberitaan publik ya *sambil senyum simpul*

.

-Dee-


0 Responses to “Dalam Hal Gaji, Saya Sudah Bisa Disamakan Dengan Presiden !”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: