06
Oct
10

Sang Terror

*Aksi terrorisme lagi trend dimana-mana*

.
Belakangan ini lagi banyak hal yang berkaitan dengan apa yang disebut terrorisme. Lihat aja pemberitaan sejak berbulan-bulan lalu, mulai dari Terror Bom, Terror Perampokan, Terror dari Negara Tetangga, Terror Beribadah, Terror di tempat Dugem, sampai-sampai Jendral Polisi berbintang tiga saja masih kena juga di Terror *yang konon dikerjai teman-temannya sendiri*

Tapi itu sih level nya udah asik. Tingkat elit yang kata salah satu Fraksi di Komisi DPR pernah bilang bahwa masyarakat Indonesia pemikirannya justru jauh lebih dewasa daripada para elitnya yang sering ribut sendiri, terhadap hal-hal yang gak jelas.

Hari ini ada lagi terror di level yang kurang terencana dengan baik. Kebetulan beberapa rekan di perusahaan lain terkena trend terror yang sedang in. Yah mereka-mereka berada di level puncak di suatu perusahaan pasti makin banyak hambatannya. Tapi terror kali ini caranya konvensional. Beda dengan terrorist yang di Medan, gayanya lengkap dengan M16, AK47 dan SS1 berikut FN nya. Kali ini sepertinya modusnya terbaca. Dan targetnya + tujuannya gak terdefinisi dengan baik. *maklum, background saya Marketing, jadi kalau buat apa-apa harus terukur, hehe*


.

Masa, hari gini masih ada orang melakukan terror lewat SMS? Gak ada cara yang lebih sadis apa? Pesan dan isi SMS nya juga gak terdefinisi dengan baik *hahay*. Kayaknya malah lebih serem nonton film dokumenter versi Orde Baru yang selalu diputar berulang-ulang dan tersohor itu.

Belum lagi Sang Terror *hmmm, kok namanya terkesan familiar ya, well anyway si pelaku saya sebut begitu saja lah namanya* melakukan aksinya ke tidak cuma 1 orang saja. Lhaaaaa, kalo mau terror mbok ya satu-satu, jangan serempak. Secara psikologis kan yang di terror malah jadi gak serem. Mereka jadi punya rasa kolektif. Belum lagi gaya dan pelakunya pasti terbaca.

Gak asik ah!

Sang Terror juga terkesan teledor. Terror lewat SMS. Sembarangan menggunakan nomor telepon. Sembarangan memilih sasaran. Dan sembarangan mencari pembentukan opini publik.

Anyway, kalau saja saya sempat bisa berkomunikasi dengan Sang Terror baik kebetulan atau tidak, saya akan kasih saran untuk melakukan aksinya jauh lebih canggih kedepan. Lha, jaman sekarang kan kita bisa dengan mudah dapatin data mengenal siapa sih pemilik nomor telepon tersebut, berapa lama aktif, SIM Card beli dimana, BTS terakhir dia kirim SMS dari mana, dll dll *hehehe*

Dan lebih serunya, Sang Terror bisa terkena aksi Counter Terrorism dengan mudah. Belum lagi bisa kena Pasal 310 ayat (1) KUHP, yang bunyinya:
Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan..dst.

Atau bisa juga tuh kena 311 yang kira-kira bunyinya; Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirim atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan.

Jadi dengan kata lain; Misalnya, Sang Terror terbukti dengan sengaja menyebarluaskan informasi elektronik yang bermuatan pencemaran nama baik bisa dijerat dengan Pasal 45 Ayat (1) UU ITE, sanksi pidana penjara maksimum 6 tahun dan/atau denda maksimum 1 milyar rupiah.

Mau ?

.

-Dee-


0 Responses to “Sang Terror”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: