18
Sep
08

Cinta Mati vs Cinta Sejati (1)

*based on true story*

.

“Awalnya seneng banget hari ini, bisa ketemu sahabat lama gw Shera.

Yup. The same old Shera yang gw kenal. The same fun and energetic yet annoying Shera yang gw suka.

Yang udah lama pindah ke luar negeri n lost contact. Well, walau sebenernya gak technically ketemu sih, cuma at least pagi ini gw seneng aja.”

Gitu kira-kira apa yang ada di benak Detra, ketika siang ini dia lagi bengong di ruang kantor kesayangannya.

Detra n Shera emang udah lama temenan. Mereka kadang lebih tau satu sama lain daripada keluarga atau bahkan orang terdekat mereka. Bahkan ketika Shera memutuskan untuk nikah dan pindah ke luar negeri dengan belahan hatinya, Detra malah orang yang paling repot bantu mereka.

Kali ini Detra lagi duduk di pojok kamar. Detra gak lagi senang. Cuma diam. Marah. Bengong. Berpikir apa yang salah. Gimana lagi cara yang pas.

Detra lagi kebingungan. Hati nya geleng-geleng. Kepala berdegup kenceng.

Komputer di mejanya nyala dari kemarin malem. Jauh banget bertentangan dengan program Energy Saving yang lagi gencar dicanangkan sama PLN dan didukung sama presiden republik tercinta ini.

Bengong. Bingung. Marah. B-B-M

Gak tau mau ngapain, sampe matanya ngelirik majalah di pojok meja, dengan halaman artikel yang baru dia baca. Tentang CINTA MATI vs CINTA SEJATI

“Yeah right! Bedanya tipis emang!”

Cinta mati. Kadang dilihat orang sebagai kebanggan. Banyak orang sangat bangga kalau punya cinta mati. Padahal secara logis cinta mati itu = mentok. Dia buta. Dia bodoh. Dia udah ga bisa kemana-mana lagi. Dia gak beralasan. Gak tau alasannya. Pokoknya udah mati ! Selamanya akan dihantui dan hidup dibawah bayangan cintanya.. yang sudah mati ! Cinta mati bagaikan orang yang memberikan dirinya dengan alasan apapun demi cinta. Walaupun gak tau alasan untuk cinta yang dijalaninya.

Beda dengan cinta sejati. Dia justru akan memberikan cinta demi dan karena alasan dirinya. Ia berawal dari inspirasi yang datang pada diri sendiri. ketika ia merasakan ada cinta yang lebih besar dari cinta yang ia berikan.

Cinta sejati sangat adil. Ada wujud keadilan yang harus dinyatakan. Misalnya, di dalam kasus antar pasangan, ketika salah satu pasangan berbuat gak beres, maka pasangan lain bisa menegur dan mengingatkan. Bukan untuk membuktikan dirinya lebih benar, tetapi justru harus dengan alasan cinta itu sendiri. Itulah wujud keadilan cinta sejati.

Cinta sejati dilakukan bukan dengan keterpaksaan tetapi dengan tulus dan rendah hati serta sukacita. Terlebih lagi ialah dengan kesadaran penuh, bahwa seseorang sedang ‘melakukan’ cinta.

Karenanya cinta sejati akan meneladani prinsip setia.

Dan karenanya, cinta sejati akan mendatangkan kebaikan. Ia sabar dan lemah lembut. Tidak menuntut. Ketika mencapai level tertentu, cinta sejati akan menguasai seluruh raga dan jiwa seseorang. Kesadaran untuk membawa damai bagi dirinya dan orang yang dicintainya.

“Iya juga yak? Siapa bilang cinta butuh pengorbanan. Orang bilang love takes everything you got to love or to be loved. Menurut gw justru sebaliknya. Love takes nothing!”

Detra berguman, n ngemeng sendiri.

“Hmm.. mungkin ini mirip kisah yang pernah menggemparkan dunia dengan kisah cinta sejati sepanjang masa yang berawal pada jaman masehi. Ketika itu ada sosok bernama Yesus dari Nazareth di tanah perjanjian yang dikuasai oleh banyak bangsa. Dia menggambarkan cinta yang sejati. Cinta yang beralasan. Cinta yang tanpa syarat. Tidak berharap. Cinta yang dilakukan dengan sadar. Tidak buta. Tidak mentok. Tidak bodoh.”

Lalu, mana yang lebih menyenangkan?

Well, both cinta sejati ataupun cinta mati sebenernya terfokus pada satu tujuan. Hanya saja proses dan pasti akhirnya yang akan buat berbeda. Benang merah yang sangat tipis. Dan yang pasti adalah; alasan dan kesadaran untuk mencintai, yang menjadikan tonggak perbatasannya.

Selamat mencintai

-Dee-

*thanks buat orang-orang yang sudah memberikan komentar untuk memilih ‘cinta sejati’ sebagai pilihannya*

0 Responses to “Cinta Mati vs Cinta Sejati (1)”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: