12
May
08

Berapa Sih Tarif Bus Dalam Kota?

*Ada Yang Tahu ?*

.

"Kenapa harus nan jauh ke Depok?", kata temen gw lewat SMS begitu tau kalo gw lagi di dalam Patas AC dari Depok ke daerah Jakarta Tengah.

Siang itu akhirnya kesampaiaan juga pergi ke bengkel di Depok, setelah beberapa lama niat doang, baru kesampaian sekarang. Well, jawaban buat pertanyaan temen gw; mungkin karena emang berawal dari Depok, sempet 1x balik, dan tampaknya ini harus jadi yang terakhir kali ke bengkel di Depok. Kalo kata orang, "You have to finish what you start".. jadi berawal di Depok, ya kembali berakhir di Depok –> *apa sih neh.. gak penting*

.

Anyway, setelah bengkel bilang gak bisa selesai hari ini juga.. *jeenggg jreeng* ..yang pertama terlintas adalah; "gimana gw pulang dari sini yak (baca: Depok-red). Setelah chit chat ina itu, tibalah waktu untuk memutuskan bahwa gw harus segera pulang, sebelum terjebak kemacetan Jakarta, Depok, dst.

.

"Bil, gw balik deh, thanks ya. Btw, enaknya gw naik apa ya". Pertanyaan umum ke Habil, karena gak tau naik apa, dan taxi pasti selain jauh juga jarang

"Bapak mau ke mana pak?".

Bener juga ya, dalam hati. Gw harus nentuin dulu mau kemana. "Hmm.. daerah Plaza Indonesia deh".

"Ohh.. ya udah, bapak naik 02, ke terminal Depok, nah terus naik deh tuh yang ke arah sana".

"Oh iya iya.. pernah liat tuh. Kota – Depok ye kalo gak salah..? Ada, ada..bener".

"Nah, ya udah".

"Oke deh ‘Bil".

"Nah, ya udah".

"Gw naik dari situ kan?" Sambil nunjuk ke seberang jalan yang banyak seliweran Angkot warna biru. Banyak banget!! "Terus yang ke arah mana?"

"Mane aje pak"

"Hah? Mana aja? Mana aja gimana maksud lu?"

"Iya mana aja..sama aja. Kan dia begini rutenya", sambil dua tangannya Habil memperagakan lingkaran. "Ke kiri – ke kanan sama aja pak".

"Hah? iya yah? Owh..oke okeh." *trayek Depok yang aneh*

.

Akhirnya gw putusin untuk naek 02 manapun yang pertama kali gw temuin *secara sama aja kata Habil*.

Sampe lah di tempat yang disebut Terminal Depok. Celingak celinguk sok pe de tau line dan jurusan bus mana yang bakal dinaikin. Akhirnya nanya juga deh ke kondekturnya. Dengan bangganya dia bilang, "Oh, jurusan Kota udah gak ada pak! Grogol aja". Siake! Gw gak percaya. Walau akhirnya setelah survey dan liat di semua line, emang gak ada yang ke kota. Akhirnya naik lah yang ke Grogol. Bisa turun di Semanggi, gw pikir. Karena tulisannya ada kata; "Komdak".

.Bus

Keluar dari Depok, bus masuk lewat Tol di Kuningan, dan ngeliat keadaan jalan Tol di seberang yang udah padet *padahal baru jam 17.03, orang-orang itu pulang kantor jam berapa sih* ..gak lama gw sadar; Ternyata Bus yang gw naik gak berhenti di Semanggi. Dia lewat Tol dan baru keluar di Slipi Jaya! Hahahahaha! Turun di Slipi juga neh akhirnya. Padahal tadi niat turun di Semanggi dan nyambung Metro Mini or Taxi ke arah Plaza Indonesia. Lumayan gak kena macet.

.

Alhasil, membaur bareng pekerja-pekerja yang baru pulang. Dari Slipi Jaya, naik Jembatan Penyeberangan Orang yang sekarang fungsinya berubah jadi tempat jualan aksesoris handphone, kaos kaki, buku & majalah, tool kit, payung, sendal & sepatu, dan aksesoris fashion.

.

Mampir beli singkong goreng yang "mletek" karena kebayang rasa gurih dan pasti enak banget. Makan dengan santainya sambil jalan. Mampir lagi beli Teh Botol, minuman kebanggaan orang Indonesia. Tadi mau putusin nyambung naik Taxi, tapi kok kayaknya jadi ga seru yah hari itu. Udah nanggung. Tiba-tiba ada 213 lewat *yup, bus reguler yang salalu jadi favorit banyak orang pada jam tersebut*, dan langsung hop in ke bus yang gak pernah mau berhenti walau udah di Stop. Tumben lumayan kosong. Tapi gak lama. Jarak 500m kemudian, itu bus langsung penuh. Setelah sampe Sudirman, turun di Benhil, nyambung naik  Metro Mini or apa aja yang ke arah Sarinah *tadi Plaza Indonesia, tapi gak jadi lah. Mending pulang aja, rada cape juga*.

.

Kesimpulan hari ini;

Suatu sore yang menyenangkan, bersama rekan-rekan sejawat yang pulang kerja dan sama-sama mengandalkan kendaraan umum. Ditengah tekanan demo mahasiswa disana-sini yang menuntut; "Tolak kenaikkan harga BBM, atau SBY-JK cukup sampe Bulan Juni aja", gitu kata tulisannya.

.

Sore itu, suatu potret kerakyatan yang lugas dan terpercaya.

.Bus2

Dan, suatu sore yang menyenangkan, karena tahu bahwa tarif kendaraan umum di Jakarta yang relatif sangat terjangkau di Indonesia;

Patas AC : Rp.5.000,- *yang angin kencang dan ‘agak’ dingin*

Bus Reguler (PPD, dsb) : Rp.1.500 – Rp.2.000 *tergantung orang mau kasih berapa, yang jelas sih tadi gw bayar Rp.1.500*.

Bus Way : Rp.3.500 (sampe puas).

Metro Mini dan Kopaja : Rp.2.000 *walau tadi gw bayar Rp.1.000, keneknya diem aja. Padahal, jelas-jelas di kaca jendela ada tulisan "2000" tanpa tulisan "RP" apalagi "JAUH DEKAT RP.." just "2000", that’s it. Malah ada tulisan lain di atas tempat supirnya, yang artinya gw sendiri gak ngerti. Tapi berani taruhan kalo tulisan itu pasti bahasa Batak!*.

Bus Khusus Antar District (Mis; Karawaci – Plaza Senayan) : Rp.12.500 *ini juga kata temen gw*.

Mikrolet / Angkot / Bemo (kalo di Bali) : Tarif rata-ratanya Rp.2.500, tapi tergantung jarak.

.

-Dee-

*nah tuh, bagi yang tadi gak bisa jawab waktu gw survey "Tau Gak Berapa Tarif Bus Dalam Kota di Jakarta", silakan lihat jawabannya😉 have a Blessed day!*


1 Response to “Berapa Sih Tarif Bus Dalam Kota?”


  1. May 31, 2008 at 02:44

    Tapi berani taruhan kalo tulisan itu pasti bahasa Batak!*.

    Buset dah, meaning you–maksud loe. Kenapa pasti batak n pake garis bawah lagee huh.. bleee

    Akhirnya baca tulisan loe juga. U do have a talent ya, coba kirim aja ke free magz mayan kalo masuk bisa nraktir gue hehehe…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: