06
May
08

Johan vs Pauline

*Lempar Bola Sembunyi Tangan*

.

Gak tau kenapa, bawaanya dari kemaren pengen lempar-lempar sesuatu..! Tapi yah, kalo dirumah pasti gak ada media yang pas aja kali ya. Dari kemaren cuma ngomong sendiri, ketawa n senyum simpul sendiri di rumah *udah mirip orang bener aja*, nyanyi denger musik dari CD player n speaker Bang Olufsen 5.1 dari dalem kamar apartment yang cuma se-emprit.. itu juga udah dilakuin. Keluar malem sekedar jalan hujan-hujanan udah. Mandi n keramas malem udah. Sampe akhirnya cape sendiri.

.

Alhasil hari ini, niat lempar-lemparan sepertinya bakal kesampaian. Setelah ngedumel gak jelas dengan tukang isi bensin karena harga Pertamax yang gak masuk akal *masa dalam kurun 1 bulanan naik 3 kali? *sinting kali ya pemimpin negeri ini*, akhirnya mampir ke bengkel. Diketawain pula sama montir. Dengan santainya dia bilang, "masa belum juga 3 bulan mobil udah ditabrakin sih..hehhe". "Siake!", dalem hati mengumpat.

.

Selesai ke bengkel, walaupun lagi pusing, akhirnya putusin buat manjain perut bersama rekan kerja sekaligus sahabat dekat sejak kecil. Seamprok sayuran campur aduk dan ikan-ikanan mateng dan 1/2 mateng masuk ke perut. Belum lagi Baby Octopus kegemaran. Ditutup dengan Chocolate Wafer-nya yang khas dan rasanya lumayan enak. Setelah kenyang, akhirnya melampiaskan lempar-lemparan yang belum kesampaian sejak kemarin.

.

Begitulah sore dari seorang Johan dan Pauline. Johan (bukan nama sebenarnya), adalah seorang profesional dibidangnya yang baru saja hengkang dari perusahaan sebelumnya karena kasus internal yang tidak masuk diakalnya. Padahal baru saja ia dan perusahaannya masuk liputan majalah lifestyle pria di Indonesia yang berinisial M pada edisi yang akan datang. Bagi Johan, penting untuk mengisi waktu luang atau sekedar melepaskan kekesalannya. Sudah sejak lulus kuliah ia selalu mendedikasikan waktu paling tidak 1 hari dari setiap bulan untuk memanjakan dirinya atau sekedar melakukan hal tanpa berpikir. "Apalagi sekarang, mumpung lagi nganggur, dan biar tidak stres", katanya. Beberapa bulan lalu Johan baru saja mengalami kecelakaan pesawat terbang, ketika diutus oleh kantornya menghadiri pertemuan penting di Ibiza-Spanyol, airline yang ditumpanginya tergelincir keluar landasan dan membuat badan pesawat patah menjadi 3 bagian besar. Alhasil, pelipis kanan, lengan kanan dan kaki nya sempat mengalami luka dan harus absen dari pertandingan-pertandingan club sepak bola yang dicintainya.

Lain lagi dengan Pauline (juga bukan nama sebenarnya). Ia adalah seorang anak pengusaha yang tidak pernah mau meneruskan bisnis usaha keluarganya. "Biar kakak saya saja, hasrat saya adalah ingin menjadi seorang Profesional", ungkapnya pada majalah Property yang pernah terbit beberapa bulan lalu.

.

Pergilah mereka main lempar-lemparan.

Bagi Johan, sore itu adalah kali pertama dia kembali main bola gelinding sejak beberapa bulan lalu mengalami kecelakaan. "Sambil melatih pergelangan tangan dan kaki, supaya gak kaku. Biar nanti kalo main lagi sama teman-teman gak jelek-jelek amat", katanya sambil nyengir.

Lain lagi bagi Pauline, permainan menggelindingkan bola adalah permainan yang aneh. Beda kalau aktifitasnya renang, berkuda, jet ski, balap mobil, tenis, karaoke, memasak, serta menulis, Pauline adalah jagonya!

.Bowling

.

Namun bagi Johan dan Pauline sore itu, menggelindingkan bola adalah hal yang menyenangkan, serta kategori Mission Accomplished. Terbukti, dari 4 games yang dimainkan, berturut-turut keluar sebagai pemenang adalah Pauline – Johan – Johan – Johan, dengan angka 79 – 138 – 98 – 101.

Johan masih tergolong kategori lumayan. Karena sejak kecelakaan beberapa bulan lalu dan ditambah dengan kondisi lengan ‘ga beresnya, masi bisa membuat beberapa kali strike dan skor tertinggi. "Keinginan melempar-lempar kesampaian, melatih tangan juga masih oke", ujarnya.

Sedang Pauline, yang baru pertama kali memegang bola gelinding, sudah bisa mencapai skor tertinggi atas nama dirinya sendiri dengan nilai 94. Suatu hal yang lumayan buat orang yang belum pernah melempar bola.

.

-Dee-

*Sebuah reportase singkat di suatu sore. Apabila ada kesamaan nama, tempat, dan kejadian, itu adalah fiktif dan suatu kebetulan belaka*


2 Responses to “Johan vs Pauline”


  1. 1 dEe
    May 6, 2008 at 18:19

    he2, bukan pelampiasan kekesalan atas sesuatu or seseorang kan chief???

  2. May 8, 2008 at 11:52

    Bukan bu, ini bener-bener liputan suatu sore bareng Johan dan Pauline :p


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: