27
Aug
07

Kesatria 1.42

*sebuah puisi*

.

Namaku Satria, terlahir dari dasar kasih tulus, tumbuh menjadi seorang Kesatria berbekal Pedang dan Baju Zirah berkilauan laksana jiwaku.

.

Telah kujalani sebagian waktuku memandang sebagian Matahari dengan segala terangnya, dan kelam langit malam dengan segala misterinya.

.

Hingga saat Bintang Jatuh menghampiriku, kilau cahayanya merasuki sebagian relung akalku, dan tak kubiarkan lagi semesta ini menentukan warna mimpiku menurut kehendaknya.

.

Sebab bagiku benar dan salah adalah relativitas, dimana aku menilainya sesuai dengan kehendak nuraniku.. dan norma menjadi buram karenanya.

.

Sebab bagiku hidup adalah pilihan, setiap nafasku selalu menentukan untuk memilih dan tidak… dimana pilihan-pilihan akan menjadi sulit karenanya.

.

Dan bagiku nafas adalah perjalanan penuh kenikmatan yang harus kupuaskan dengan hasratku… sehingga ia menjadi terlalu indah untuk disia-siakan.

.

-Dimas Kusuma, 2003-

*the heart is the heart of all things*


0 Responses to “Kesatria 1.42”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: