15
Jul
07

Wasit Bobi !

*menyusul kekelahan 1-2 Tim Indonesia vs 12 Orang*

Baru kali ini nonton tim sepak bola Indonesia main dengan gaya dan penampilan yang luar biasa bagus!! Terlihat banget Fighting Spirit dari tim yang minta ampun gak ada matinya. Gak goyah walau berhadapan dengan tim sekelas Arab Saudi yang tercatat beberapa kali langganan di Final Round Piala Dunia

Kemarin, 1 stadium seakan bangsa ini kangen untuk melihat tim kesayangannya melenggang ke babak selanjutnya. Penonton, atau mungin seluruh penggemar sepak bola negeri bersatu-padu mendukung tim kesayangan! Supporter negeri ini bersama-sama mencurahkan dukungannya di stadium kebanggaan Indonesia. Hal yang sama terjadi ketika bangsa Portugal bersatu-padu mendukung tim Luis Figo dan kawan-kawan ketika mereka masuk ke putaran Final Piala Dunia beberapa tahun lalu !

Bayangkan..

Sekali lagi Bayangkan!! Sejarah Pers cuma mencatat 2 x dalam sejarah Sepak Bola dunia, dimana cuma ada 2 Negeri yang penduduknya seakan bersatupadu "cuma" untuk mendukung tim kesayanganya. Dan salah satunya adalah Indonesia di tahun 2007 !

Sekalipun sempet kebobolan lewat sundulan, senjata andelan Arab, *secara tingginya rata-rata 179cm, bandingkan dengan tinggi Bambang Pamungkas, Eka, Budi, Syamsul Bachri dengan rata-rata 166cm ..yang posturnya aja lebih mirip tukang ngamen daripada pemain sepak bola*, Gak nyampe 5 menit kemudian, berkat semangat yang luar biasa membuat tim Indonesia mencetak gol balasan menjadi 1 – 1

Sialnya, semangat yang luar biasa dan gaya yang pantang menyerah seringkali dikerjain sama wasit *tepatnya wasit keparat* asal negara Arab juga. Saya juluki dia Bobi! (baca: botak biaaaaadaaaaaab).

Lihat aja, beberapa kali tim kita dirugiin sama keputusan yang ganjil banget!! Wasit sok tau! Kepalanya aja botak, mirip kacang polong, mungkin karena otaknya juga setengah kopong. Dasar si Bobi !!

Kartu kuning lah, pelanggaran lah, dan lain-lain. Bahkan sampe penambahan waktu (injury time) itu pasti hasil rekayasa wasit Bobi itu. Kalo tim Indo komplain, dia langsung galak. Padahal kalo ditayangan ulang jelas kerugian buat tim Indo. Tapi sebaliknya, seringkali beberapa kali wasit Bobi tertangkap camera becanda dan bercakap dengan asik + manisnya dengan tim Arab! 11 orang dari tim Indonesia bagaikan melawan tim dunia yang beranggotakan 12 orang (termasuk 1 si Bobi itu).

Setelah 90 menit berjuang dengan maksimal dengan skor 1 – 1, sampe kelelahan.. kemenangan itu di curi begitu saja sama lagi-lagi kepala dan sundulan Arab *well, hasil 1 – 1 udah merupakan kemenangan buat tim Indo*, Alhasil, rontoklah kerja keras selama 93 menit !! Semua orang yang mengaku bangsa Indonesia pasti setuju, kalo malam itu kita dikerjai Bobi !!

Ooohhh inang… padahal kalo bisa seri, pasti itu jadi modal semangat menghadapi Tim Korea di pertandingan selanjutnya *secara tim Korea juga langganan masuk Piala Dunia, pernah ngalahin tim Italy segala*

Tapi begitulah dunia wasit. Ngapain juga belain Indonesia.. *bangsa yang konon dikutuk, karena pemimpinnya selalu bermoral "duniawi", sehingga bencana alam dan kecelakaan selalu rajin mampir*

Mending si Bobi belain Arab, minumnya aja minyak, makannya korma. Kita? minum aja mahal. Korma dateng cuma setaon sekali. Gak ada duitnya lagi! Lagipula, kalo Indonesia sampe menang, mungkin juga Bobi pulang langsung dipancung sama Raja Arab. Jadi Bobi memang selalu dilema. Pekerjaan yang layak di caci oleh banyak orang. Masih untung tuh wasit gak di santet sama Ki Joko Bodo, yang dulu waktu George Bush kesini juga mau dia santet.

Anyway, semoga AFC bisa review. Sayang aja kalo ajang Piala Dunia-nya Bangsa Asia ini, dinodai dengan konspirasi tingkat tinggi oknum Bobi. Belum lagi kasus mati lampu kemaren. Kusut !

Anyway, bravo Indonesia! Walaupun dibelain nonton dan mahal-mahal beli baju asli tim Indonesia..tapi tetap kalah, saya rela untuk bangga dengan tim Indonesia! Go Indonesia !

-dee-

*sok mengulas hasil pertandingan*


1 Response to “Wasit Bobi !”


  1. July 16, 2007 at 07:59

    Menpora Merasa Dipecundangi

    Jakarta – Menteri Negara Adhyaksa Dault mengaku merasa dipecundangi atas keputusan AFC menempatkan wasit Ali Al Badwawi dari Uni Emirat Arab pada pertandingan Indonesia – Arab Saudi Sabtu (14/7) malam. Menurutnya, penempatan atlet yang berasal dari salah satu negara semenanjung Arab itu amat merugikan Indonesia.

    Meski bukan berasal dari Arab Saudi, kata Adhyaksa, penunjukkan wasit dari salah satu negara Arab berpotensi menimbulkan ketidakadilan. “Namanya juga sama-sama dari Arab. Kenapa tidak dari negara lain? Cina misalnya?,” kata Ahdyaksa kepada Tempo, Minggu (15/7).

    Penunjukkan wasit Al Badwawi tersebut, lanjut Adhyaksa, juga berpengaruh buruk bagi psikologis tim nasional Indonesia. Pasalnya para pemain Arab Saudi dapat berkomunikasi lancar menggunakan bahasa Arab dengan wasit, sementara pemain Indonesia tidak.

    Adhyaksa mengatakan kekecewaan serupa juga diungkapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang turut hadir untuk menonton aksi tim nasional Indonesia. Usai pertandingan, kata Adhyaksa, presiden menanyakan siapa yang menunjuk wasit. Ketika mengetahui AFC yang berwenang menunjuk, presiden mengungkapkan kekecewaannya lewat surat.

    Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang juga menanggapi hal ini akan melayangkan surat protes kepada AFC. Untuk itu, Adhyaksa mendukung tindakan PSSI. “Itu sebuah keharusan,” ujarnya.

    Adhyaksa mengaku PSSI dan dirinya tidak mengetahui wasit yang akan ditunjuk. AFC hanya menjanjikan wasit yang netral untuk mengawasi pertandingan. Namun saat pertandingan, baru diketahui wasit yang ditunjuk juga berasal dari salah satu negara Arab. “Kalau tahu beberapa jam sebelum pertandingan, Saya akan minta anak-anak untuk tidak bermain. Saya merasa dipecundangi,” katanya.

    Pemerintah Indonesia, ujarnya, telah memberikan jaminan untuk penyelenggaraan Piala Asia ini. Kini Indonesia hanya meminta hak-haknya untuk diperlakukan secara adil. “Jangan lagi memandang sebelah mata terhadap olahraga Indonesia,” tegasnya.

    Namun, lanjut Adhyaksa, kejadian ini dapat diambil hikmahnya. Indonesia harus lebih memperkuat lobi-lobi lagi di dunia internasional. Menurutnya, keberadaan Dali Taher sebagai perwakilan Indonesia di AFC masih belum representatif. “Asisten wasit saja tidak ada yang dari Indonesia,” ujarnya menyesali.

    Secara keseluruhan, Adhyaksa menilai penampilan tim nasional melawan Arab Saudi sangat baik sekali. Tim mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Bahkan perwakilan kedutaan besar negara lain memuji penampilan Indonesia. Mereka juga berpendapat penunjukkan wasit tidak adil,” katanya.

    Tidak hanya itu, Adhyaksa mengaku puas penonton terutama pendukung Indonesia dapat menjadi tuan rumah yang baik, dengan tidak menimbulkan kerusuhan. Apalagi dengan adanya kasus wasit ini.

    Malam nanti, Adhyaksa akan menghadiri undangan kedutaan besar Arab Saudi. Dia akan mengucapkan selamat atas kemenangan tim Saudi. Namun dia juga berjanji akan menyampaikan kekecewaannya tentang penunjukkan wasit. Rencananya, Presiden AFC Muhammad bin Hamam akan menghadiri undangan tersebut.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: